Kamis, 16 Juli 2015

Ramadan ke 28 *dari29

"Salaatullaaiiil"
jam menunjukkan pukul 01.23. panggilan salat lail kian menggema dimasjid-masjid, saling bersahutan meramaikan malam ke 28 ramadan kali ini.. saya masih terjaga. ramai masih menghinggapi rumah kami. beberapa jam yg lalu salah satu kakak ku tiba dirumah dari perantauannya.
saya selalu merasa penasaran bagaimana rasanya mudik lebaran dan melepas rindu dengan keluarga setelah tiba dari perantauan.? mungkin nanti saya akan merasakannya ketika takdir Allah menuliskan bahwa saya harus tinggal di luar kota ataupun luar negeri. takdirAllah , siapa yg tau.. hanya saja saya terlalu bodoh untuk tidak meliht nikmat yg diberikanNya, yaitu tinggal dan menikmati waktu bersama ibu dirumah. yah bukanlah manusia namanya jika tidak mengeluhkan keadaan dan kurang bersyukur.
sekarang pukul 01.40 , saya masih terjaga. menulis paragraf pendek diatas luarbiasa memakan waktu sekitar 20menitan karena disertai menghayal.
tinggal menghitung jam sang bulan penuh Rahmat ini akan pergi. barulah penyesalan mengalir deras didalam hati. ada beribu penyesalan. ada beribu rencana yang tidak terealisasi. saya payah.
hanya bisa berharap jikalau Allah berbaik hati kepada saya untuk mempertemukan kembali dengan ramadan selanjutnya. dengan jutaan ramadan lagi agar nantinya rambut ubanku telah tumbuh ia akan jadi saksi betapa cintanya saya kepada ramadanMu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar